
Minyak bertahan stabil pada hari Kamis (01/5) setelah laba yang kuat dari Meta (NASDAQ:META) dan Microsoft (NASDAQ:MSFT) mendukung ekuitas AS dan penundaan pembicaraan AS-Iran mengimbangi kekhawatiran tentang ekonomi AS dan prospek produksi minyak OPEC+ yang lebih tinggi.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 15 sen atau 0,3% menjadi $58,04 per barel pada pukul 12:30 siang ET (1630 GMT). Minyak mentah berjangka Brent turun 18 sen atau 0,2% menjadi $60,90. Kedua kontrak turun lebih dari 1% sebelumnya.
"Minyak mentah tetap menjadi sasaran harga yang lebih rendah dalam waktu dekat karena OPEC+ mengisyaratkan produksi, yang kemungkinan akan mendapat persetujuan pada pertemuan OPEC minggu depan," kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.
"Angka PDB AS menunjukkan sedikit kontraksi dan keyakinan konsumen juga menurun, yang telah mendorong sebagian besar dana lindung nilai jangka panjang menjauh dari sisi pembelian minyak mentah karena kekhawatiran permintaan," imbuh Kissler.
Saham Wall Street menguat dan harga emas merosot pada hari Kamis karena pendapatan yang solid dari perusahaan teknologi besar meningkatkan selera risiko investor.
Sementara itu, putaran keempat pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, yang seharusnya berlangsung di Roma pada hari Sabtu, telah ditunda dan tanggal baru akan ditetapkan "tergantung pada pendekatan AS," kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada hari Kamis.
Kekhawatiran tentang pasokan yang lebih tinggi juga membebani harga. Arab Saudi memberi tahu sekutu dan pakar industri bahwa mereka tidak mau menopang pasar minyak dengan pemotongan pasokan dan dapat mengelola periode harga rendah yang berkepanjangan, kata sumber kepada Reuters.
Beberapa anggota OPEC+ akan menyarankan kelompok tersebut mempercepat kenaikan produksi pada bulan Juni untuk bulan kedua berturut-turut, kata tiga orang yang mengetahui pembicaraan OPEC+. Delapan negara OPEC+ akan bertemu pada tanggal 5 Mei untuk memutuskan rencana produksi bulan Juni.
Sementara itu, ekonomi AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada kuartal pertama, data menunjukkan pada hari Rabu, dibanjiri oleh banjir impor karena bisnis berlomba-lomba untuk menghindari biaya yang lebih tinggi dari tarif dan menggarisbawahi dampak disruptif dari kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump yang tidak dapat diprediksi. Tarif Trump telah membuat kemungkinan ekonomi global akan tergelincir ke dalam resesi tahun ini, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan. Stok minyak mentah AS turun secara tak terduga sebesar 2,7 juta barel minggu lalu karena permintaan ekspor dan kilang yang lebih tinggi, Badan Informasi Energi mengatakan pada hari Rabu, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 429.000 barel.(Newsmaker23)
Sumber: Investing.com
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...